Ada seekor Gajah, namanya Gajah. Dia berjalan
seperti biasanya, setiap tapak kakinya, satu semut melompat ke atas. Dia
seperti Gajah pada umumnya. Badannya chubby, hidungnya mancung. Gajah ini hebat
karena dia mampu berjalan tanpa sepatu. Lebih tepatnya tidak ada size sepatu
yang sesuai untuk kakinya yang tidak kecil. Lagian Gajah juga gak punya ATM
maupun Smartfone, jadi dia gak bisa belanja online di Yourfashionwear.
Pada hari itu, Gajah pergi ke Sevel. Seven Elephant. Yakni tempat
nongkrong Gajah yang masih agak cabe cabean yah mirip mirip Sevelnya
manusialah. Di sana banyak rumput dan pohon pohon favoritnya para gajah gaul
dan kekinian gitulah. Di sana si Gajah bertemu dengan para sohib sohibnya.
Bedanya dengan manusia, Gajah gak pernah mengetag nama temen temennya dia satu
sama lain ke sosmed maupun fotoin rumput rumput yang jadi makanannya ke IG.
Selang beberapa jam mereka ngerumpi dan ngerumput bareng, Si Gajah ocen dan
eteb, lalu ia memutuskan pergi sendirian mencari udara segar. Di tengah jalan dia
bertemu seekor Jerapah. Bedanya dengan manusia, Gajah dan Jerapah tak perlu
membawa buku kemudian tabrakan, lalu mereka memungut buku bukunya bareng
kemudian saling menatap dan berkenalan. Gajah dan Jerapah gak perlu kaya gitu,
karna buku bukunya mereka udah disumbangin ke Pustaka Aksara Jogja. Ternyata
Jerapah namanya adalah Apah. Nama panjanganya Apah Banget. Si Gajahpun tak kuat
menahan tawa ketika Apah menyebutkan nama. Ih apa banget si Apah Banget.
Setiap si Gajah lewat jalan itu, si Apah entah kenapa juga selalu di sana.
Seakan menunggui si Gajah untuk lewat atau sekedar bilang Hay. Mungkin. Si
Gajah kemudian ge-er. Bagaimana dia tidak menyukai si Apah. Dia berbadan
tinggi, berat badannya ideal, dan vegetarian.
Mereka sering jalan berdua, hampir setiap hari. Nyari rumput berdua. Makan berdua. Hari hari yang indah untuk si
Gajah.
Pada suatu hari, Ayah
Gajah. Namanya Daddy, menjodohkan si Gajah dengan gajah laki laki pilihan
Ayahnya, namanya Embem. Embem Ajah. Si Gajah sedih. Karena si Gajah gamau Embem
dia maunya cuma Apah. Tapi dia tak bisa berbuat banyak.
Si Gajah lalu berlari
untuk menemui si Apah. Tapi baru berapa meter dia ngosngosan. Lalu dia sadar,
sejak kapan Gajah bisa lari kencang. Akhirnya dia gak jadi lari. Dia jalan aja.
Sampai di tempat biasa
dia bertemu si Apah, dia melihat Apah dengan sosok Jerapah wanita yang tinggi
dan langsing, berhijab pula. Mereka terlihat sangat akrab dan bahagia sekali.
Si Gajah perlahan mendatangi si Apah dan Jerapah Sholehah itu.
Dengan muka bahagia, si
Apah memperkenalkan Jerapah Sholehah itu, namanya Juminten. Apah akan
bertunangan dengan Juminten bulan depan, dan si Gajah diminta untuk hadir di
hari bahagia itu. Si Gajah pun mengiyakan dan memberi selamat. Terselip doa
dalam hati si Gajah, semoga pertunangan tidak berjalan lancar.
Seperti geledek di musim
salju. Si Gajah pulang dengan perut lapar, dan hati yang han… cur cur cur. Lalu
dia pergi ke sevel. Beli Akua. Dan makan rumput sebanyak banyaknya. Sampai
perutnya mual saking kenyangnya. Tapi dia tetap sedih. Dia merenenung, lalu
update pm bbm.
Sejak kapan Gajah bisa
dengan Jerapah ataupun sebaliknya. Sampai kapanpun mereka berbeda.
TAMAT.

No comments:
Post a Comment
Coment here