Pages

June 15, 2011

Telah



Senja waktu itu bukan di atas gedung, bukan pula di atas gunung
melainkan wajahmu
Ikan kesana kemari di aquarium itu, cantik dan mungil
Tapi gurat senyummu lebih menarik, ceritamu, semua tentang kamu lebih menarik
Di sudut itu, ada yang hampir meledak. Jantungku.
Resah membakar kalori
Maha buta mengaburkan liku kaku nadiku
Bagaimana bisa untuk tidak jika kepadamu segala iya bermuara
Alur logika menyaring semua hal yang ia sisakan hanya namamu dan kamu
Pada pesonamu bertekuk lutut
Melucuti “tidak”, “bodoh”, “jangan” dan “awas,  menelan “iya” dan “baiklah” secara mentah mentah
Itu aku, diluar kuasaku, kamu mengalahkan apa yang akal sehat katakan kepadaku
Kamu menang !
Tidak ada kecupan di dahi, tidak ada aku mencintaimu tidak ada tatapan hangat, tidak mendapati ini semua karena aku menyayangimu
Seperti ditampar Tuhan berkali kali, lebam itu di hatiku
Resmi kecewaku pangkat dua, tapi aku bisa apa
Telah tak akan mampu menjadi sebelum
Telah tak kan bisa kembali



No comments:

Post a Comment

Coment here