Seadanya adalah awalnya
kita, meraup nihil, merubah secuil menjadi sesuatu yang Agung, iya seperti
namamu. Besar, ntah hati kamu terbuat dari apa. Aku baru mengetahuimu beberapa,
tapi tidak ada negatifku padamu, pada tiada kabar atau berkabar, tidak ada was
wasku atas itu, bukan karena tidak peduli, tapi aku tahu, tidak ada waktu
luangmu yang tak kau sempatkan untukku. Terimakasih untuk itu.
Untuk seluruhmu, penerimaan segalaku, entah harus maaf atau
berterimakasih. Itu lebih dari apa perkiraanku. Sejauh ini aku masih tak henti
berfikir adakah orang sepertimu? Adakah itu? Aku kira hanya ada di cerita
dongeng sebelum tidur. Tapi kamu nyata. Aku harus berterimakasih kepada Tuhan
atas kamu.
Sekiranya lelah, angkat tanganmu, beri isyarat biar aku mampu
menggegammu lebih erat lagi.
Sekiranya marah, katakan padaku, biar aku bercermin dan memperbaiki
diri.
Sekiranya bahagia, biarkan seperti ini, sesampai lingkar itu
di tanganku, aku mau menunggu.
Untuk kebahagiaan, penghargaan dan ke-apa adanya-an ini aku menyayangimu..

No comments:
Post a Comment
Coment here