Pages

June 16, 2013

Pelukis Pelangi



Seadanya adalah awalnya kita, meraup nihil, merubah secuil menjadi sesuatu yang Agung, iya seperti namamu. Besar, ntah hati kamu terbuat dari apa. Aku baru mengetahuimu beberapa, tapi tidak ada negatifku padamu, pada tiada kabar atau berkabar, tidak ada was wasku atas itu, bukan karena tidak peduli, tapi aku tahu, tidak ada waktu luangmu yang tak kau sempatkan untukku. Terimakasih untuk itu.
Untuk seluruhmu, penerimaan segalaku, entah harus maaf atau berterimakasih. Itu lebih dari apa perkiraanku. Sejauh ini aku masih tak henti berfikir adakah orang sepertimu? Adakah itu? Aku kira hanya ada di cerita dongeng sebelum tidur. Tapi kamu nyata. Aku harus berterimakasih kepada Tuhan atas kamu.
Sekiranya lelah, angkat tanganmu, beri isyarat biar aku mampu menggegammu lebih erat lagi.
Sekiranya marah, katakan padaku, biar aku bercermin dan memperbaiki diri.
Sekiranya bahagia, biarkan seperti ini, sesampai lingkar itu di tanganku, aku mau menunggu.
Untuk kebahagiaan, penghargaan dan ke-apa adanya-an ini aku menyayangimu..


No comments:

Post a Comment

Coment here