Samarmu
atas jarak tak membuatku urung untuk menjadikanmu dekat
Menjalani waktu
hanya dengan huruf, gambar dan suara itu bukan perkara mudah
Mengenali manusia
satu sama lain bukan lagi menggunakan mata melainkan isi kepala
Aku baru
mengetahuimu secuil, pun kamu
Di dalamku
masih ada sederet yang belum terbaca, pun pada kamu
Masihkah kau
ingin membacaku…?
Memahami nalarku…?
Menjadikan
jarak sebagai dasar sabar?
Menjadikanku
alasan untuk kau ingin pulang?
Bisakah kamu?
Mampukah kamu?
Membunuh bosan
yang lebih besar dari pada niatan?
Dapatkah kamu
menenangkanku meski dalam samar?
Sanggupkah kamu
merasa nyaman meski bahu dan lengan hanya ada dalam icon maha chat messenger?


No comments:
Post a Comment
Coment here