Aku memberimu penuh,
kepercayaan dan cinta
Raga kita memang terpaut
usia dan jarak yang menjenuhkan, bagimu
Aku berusaha sebaik
mungkin, setidaknya di matamu aku bersungguh-sungguh untuk itu
Malam itu, pukul 22
Aku menghirup udara yang
berbeda, yang mencekat kerja paru-paruku
Sebuah kepercayaan itu
adalah kunci
Dengan sadar dan senang
hati aku memberikannya padamu
Ku kira..
Kau akan sekuat tenaga
menjaganya
Ku kira…
Kau tak akan lupa
menaruhnya dimana
Bagaimana sebuah jalan
bisa ditempuh, jika terhalang satu pintu
Sedang untuk melewati
pintu tersebut, kita harus memiliki kunci
Jika kunci tersebut kau
buang begitu saja dengan sadarmu, mustahil kita bisa melewati pintu itu satu
per satu
Ku tanya, dimana kau
akan mencarinya lagi?
Bahkan kunci tersebut
adalah satu-satunya di dunia
Bagaimana kau bisa lupa
jika memang itu berharga?
Manusia..
Dengan membanggakan diri
sebagai manusia tak akan menyelesaikan apapun
Tak akan mampu
mengembalikan kunciku
Apa yang akan aku
ceritakan kepada dunia.
Belum apa-apa dunia
sudah menertawakan aku
Hidupku bukan standup
comedy
Ya, satu lagi
kebodohanku terdeteksi
Ah.. Tuhan maha segala
Kadang aku dilambungkan
Ia, kemudian Ia melepaskan tanganku
Tuhan.. Engkau lucu,
tapi aku sayang padaMu..
Tuhan, kenapa Kau sebaik
ini?
Lagi lagi menamparku
agar aku terbangun dari mimpi
Malam itu pukul 22
Aku mencoba mengambil
dalam-dalam nafasku, lalu ku hembuskan pelan-pelan, secara berulang-ulang
Berusaha menahan air
yang menggenang di seluruh kelopak mata
Betapa ketidaktahuan itu
indah
Aku tidak menyalahkanmu
atau siapapun dia yang berhasil mencuri hatimu
Sewajarnya memang
seperti itu
Jarak adalah jeda, yang
membuatmu lebih leluasa untuk mendekatkan dengan apa yang terdekat
Tak apa, lagi lagi aku
ditertawakan kebodohanku sendiri
Mempercayai….
Seperti katamu, lain
kali aku tak akan semudah ini untuk mempercayai dan mempercayakan hati
Bagaiamanapun sepenuh
hati dan setengah hati itu berbeda, meskipun sama-sama menggunakan hati
Bagaimana kita mampu
melanjutkan langkah dengan kekuatanmu yang setengah-setengah?
Tanpa kunci, pintu itu
tidak akan pernah terbuka
Jangan memaksakan diri
untuk berlari
Langkah esok hari akan lebih berat dari ini
Langkah berikutnya akan
lebih menguras tenagamu
Langkah selanjutnya akan melebihi batas kemampuanmu, ku kira…
Jadi sayangku..
Aku bebaskan bahagiamu,
apa yang kamu mau, lakukanlah sesukamu, sebahagiamu
Lepaskan semua jika ini
bukanlah kebahagiaan
Aku ikhlas, asal kau
juga ikhlas untuk mengikhlaskanku menjauh dari duniamu

patah hati itu memang moment yang pas buat berjuta inspirasi.. :)
ReplyDeleteBahagia kadang mematikan inspirasi. Tapi pada saatnya akan ada seseorang yang akan tetap menjadi inspirasi baik itu ketika bahagia ataupun sebaliknya. :)
Delete