Pages

May 29, 2013

Hujan dan Secangkir Kopi

Luapkan apa yang ingin langit tangisi
Jika dengan begitu bumi bisa merasa lega
Tentang kering kerontang labuhku
Atas mentari yang tak kenal ampun pada sajak sajak hari
Kekeringan selaksa tiada hujan bertahun tahun
Hujan….
Ia Mendekapkan sela lengan dua manusia
Dimana kehilangan dan kepergian tak akan pernah terjadi
Karena ketakutan manusia akan menjadi basah
Karena ketakutan manusia menjadi sakit
Meluruhkan ricuh rancu pemikiran sendiri
Hujan…
Tersering aku menyukaimu
Meski terkadang aku memakimu karena kamu pernah menggagalkan harapku
Tapi aku tetap menyukaimu..
Hujan…
Kali ini masih aku menikmatimu bersama secangkir kopi
Bukan dengan dia ataupun dengan kenangan tentang siapapun
Menerawangmu dengan abu langit sekelilingmu
Jauh, terlalu jauh bahkan untuk tatapku tak bisa menembusmu
Tinggi terlalu tinggi aku tak mungkin menggapaimu

29 Mei 2013

No comments:

Post a Comment

Coment here